-->

SOLUSI SAKIT MAAG

Blog pengalaman sembuh sakit maag kronis | obat alami sakit maag | makanan sakit maag | cara sembuh sakit maag | pantangan sakit maag


 

BAGAIMANA MERAIH KEMULIAAN

BAGAIMANA MERAIH KEMULIAAN

Bismillahirrahmanirrahiim...
Jika kita cermati lebih jauh, ternyata jarang orang yang mencari kemuliaan. Yang banyak dicari orang adalah kesuksesan, puncak karier dan pujian banyak orang...Sehingga banyak orang yang kecewa ditengah perjalanan pencapaian karena yang dicari amatlah sulit digapai. Karena yang mereka cari bukanlah kemuliaan namun harta, kedudukan dan pujian.

-    APAKAH KEMULIAAN ITU ?

Menurut saya definisi kemuliaan itu maya. Sesuatu yang bisa dirasakan namun sulit untuk didefinisikan. Sebagaimana keindahan. Hanya bisa dinikmati namun sulit untuk dikatakan.

Jika ada orang menolong seseorang saat ditimpa kecelakaan, padahal orang itu tak dikenalnya, terkapar tak sadarkan diri berlumuran darah dijalan, lalu orang itu ditolongnya, diantarlah ke rumah sakit terdekat, ia menjaminkan sejumlah uangnya kepada fihak rumah sakit tersebut demi keselamatan seseorang tersebut agar jiwanya bisa diselamatkan. Ia tak perlu tahu background atau latar belakang sohibul musibah. Apakah seseorang tersebut orang baik ataukah orang jahat. Apakah orang itu orang mampu ataukah dhuafa. Apakah nantinya uang yang untuk menolong orang itu akan kembali atau tidak. Sama sekali tak pernah dipikirkannya. Yang ada dalam pikirannya hanyalah bagaimana orang itu bisa diselamatkan. Bahwa uang yang ada pada dirinya adalah uang Allah. Bukan miliknya 100% yang bebas ia gunakan sekehendak hatinya. Maka ia, loss...ikhlas...menolong siapapun yang membutuhkan, ketika ia dimampukan oleh Allah untuk menolong orang lain. Siapapun itu tanpa kecuali. Ia tak perlu ucapan terima kasih dari seseorang yang ditolongnya. Karena ia faham bahwa hakekatnya Allahlah yang telah menolong orang itu, dengan mengutus dirinya sebagai jembatan kebaikan.

Inilah salah satu kemuliaan. Sebuah kebaikan tanpa pamrih. Yang dilakukan semata takutnya kepada Allah SWT. Dan besarnya harapan akan RidhoNya yang mudah-mudahan diberikannya kepada dirinya atas setiap kebaikan yang selalu berusaha ia lakukan setiap waktu...Bahkan ia seperti pencuri yang mengendap-endap, ketika mencari kesempatan untuk berbuat baik. Untuk bisa melakukan kebaikan tanpa orang lain tahu. Bagaikan pepatah mengatakan tangan kanan memberi tangan kiri tidak mengetahui.

-    MENGAPA KEMULIAAN HARUS DIGAPAI ?

Kemuliaan adalah salah satu sifat Allah. Maha Mulia. Maka jika kita ingin mendapatkan RidhoNya. Berbuatlah segala hal untuk menjadikan diri kita mulia, berakhlak mulia, berhati mulia, berpikiran mulia, bertindak mulia, berkata-kata mulia. Pokoknya yang kita lakukan semuanya bersifat mulia, untuk menyenangkan Allah, agar Allah selalu berkenan, sehingga kita jauh dari murkaNya, dan akan mendatangkan RidhoNya kepada kita.

Surga dipenuhi oleh orang-orang yang berakhlak mulia. Bukan orang-orang sombong. Bukan para pemarah. Bukan hartawan atau milyarder yang ketika hidup mendewakan uangnya. Bukan para pembangkang perintah Allah. Bukan para intelektual yang berhati keras membanggakan ilmunya. Surga dipenuhi oleh orang-orang yang berhati lembut penuh kasih sayang kepada sesama. Dan hanya takluk kepada perintah Allah saja, bukan takluk kepada kehendak dirinya yang seringkali liar tak terkendali.

-    BAGAIMANA CARA MENGGAPAINYA ?

Sebelum mengetahui cara menggapainya, tentunya harus mengetahui dulu apakah itu kemuliaan. Kemuliaan itu berbuat baik tanpa mengharap balasan ataupun ucapan terima kasih. Kemuliaan itu berusaha untuk menghargai dan menghormati diri sendiri, dengan tidak berbuat tercela atau tidak terhormat. Kemuliaan itu menolong tanpa pamrih, ikhlas hanya mengharap kasih sayang Allah. Kemuliaan itu selalu mensucikan diri dengan menjaga kesucian lahir dan batin. Kemuliaan itu menghargai setulusnya akan kebaikan orang lain. Kemuliaan itu ikhlas menerima takdir dengan mensyukuri segala keadaan. Kemuliaan itu selalu berusaha membahagiakan orang lain dengan apa yang ia mampu...Dan kemuliaan itu masih ada beribu warnanya yang tak bisa saya sebutkan satu persatu disini.

Oke..Lalu bagaimana cara menggapainya dong ? Saya tidaklah menggurui. Ini adalah cara saya mengajar diri sendiri agar selalu naik kelas dalam perjalanan hidup...dan akhirnya bisa cumlaude diakhir perjalanan dengan meraih husnul khotimah. Itu saja. Puncak prestasi yang seharusnya dikejar oleh setiap insan. Aamiin.

Cara menggapainya ? Gampang saja. Berbuat baik. Berbuat baik. Dan selalu berbuat baik. Ikhlas. Ikhlas dan ikhlas..Karena sebenarnya kita tak memiliki sesuatupun didunia ini. Tidak. Semuanya adalah titipan. Pinjaman. Yang sewaktu-waktu diambil oleh Sang EmpuNya, tidak tahu kapan saatnya. Kita hanya punya hak pakai, dengan pertanggungjawaban laporan untuk apa kita gunakan segala titipan itu ! Bukan hak milik ! Ataukah hak jual !

Jika kita menyadari bahwa kita ini bukanlah apa-apa dan bukan siapa-siapa. Tak mempunyai daya serta kekuatan apapun selain atas pertolonganNya. Bahkan menggerakkan kaki untuk melangkahpun kitapun tak mampu kalau tak ada energi dari Allah. Jika kita sadar, bahwa seluruh harta yang ada pada kita ini adalah milik Allah, buktinya jika Allah berkehendak dalam sekejab saja semuanya bisa hilang, atau rata dengan tanah. Ini menunjukkan bahwa kita ini tak mempunyai kuasa apapun atas segala apa yang ada pada diri kita sendiri. Termasuk atas tubuh kita sendiri.

Jika sudah tumbuh kesadaran diri yang seperti itu, maka kita tak akan menjadi pribadi yang egois. Yang mau menangnya sendiri. Yang merasa bisa melakukan apapun atau tak butuh bantuan orang lain. Maka yang ada adalah rasa rendah hati. Bahwa kita ini tak mempunyai kekuatan apapun. Bahwa kita ini tak mempunyai kepemilikan apapun. Termasuk seluruh harta yang ada pada kita. Maka kita akan menjadi pribadi yang dermawan, ringan bersedekah. Karena merasa bahwa semua ini milik Allah. Jadi, kapanpun harta kita dibutuhkan untuk menolong orang, maka tak ada berat-beratnya sedikitpun di hati kita, loss...

Jika kita bertetangga, meskipun misalnya kita berada, dan tetangga kita kebetulan tak mampu, kita harus menghargai dan menghormatinya, kita harus tanggap akan kesulitannya, serta menolongnya. Tetangga adalah orang terdekat yang akan menolong kita ketika kita sedang dalam kesulitan. Jika kita terkena musibah, apakah saudara kita yang berada diluar kota yang akan menolong kita ? Tidak bukan ? Tentu tetangga dekat kita yang pertama kali kita harapkan membantu kesulitan kita.

Jika kita sedang menerima musibah, misalkan orangtua kita yang tinggal bersama kita meninggal, bukankah tetangga-tetangga dekat kita yang akan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan saat kita sedang berduka. Bukan saudara jauh kita yang akan menyiapkan tenda untuk para tamu. Menyiapkan tempat untuk para takziah. Menyiapkan makam untuk penguburan jenazah. Tentu semua dilakukan oleh para tetangga dekat kita. Inilah bentuk kemuliaan yang ada dalam masyarakat. Saling menghargai dan menghormati. Saling menolong, membantu dan bergotongroyong.

Itulah antara lain cara menggapai kemuliaan. Siapapun yang telah memiliki kemuliaan dalam dirinya, tak akan pernah mempunyai persoalan dengan orang lain. Tak akan bersinggungan perasaan.  Karena ia selalu menghargai dan menghormati orang lain, sehingga orangpun akan selalu menghargai dirinya serta menghormatinya dengan penuh ketulusan.

Hidupnya akan selalu dilingkupi kedamaian, entah ia kaya maupun miskin. Kemuliaan tidak terletak pada harta yang ada. Namun pada sikap, perilaku serta perkataan yang baik yang senantiasa ada pada seseorang.
Banyak kan orang kaya yang dibenci tetangga karena sikapnya yang congkak dan perkataannya yang selalu menyakitkan hati orang? Dan banyak pula orang miskin yang selalu dirindukan oleh siapa saja ? Karena ia mampu menempatkan dirinya dalam kemuliaan ? Itulah salah satu bentuk kemuliaan.

-    MENGAPA KEMULIAAN SULIT DIGAPAI ?

Sebenarnya, kemuliaan gampang digapai, asal seseorang mau merendahkan hatinya. Mau menghilangkan kesombongannya. Mau menghilangkan ketinggian dirinya. Mau melupakan derajat, pangkat serta kedudukannya. Mau melepaskan segala atribut-atributnya didunia, apapun itu. Aku jendral kok. Aku konglomerat kok. Aku anggota DPR kok. Aku dokter kok. Aku cendekia kok. Dan ke-aku-an yang lainnya.

Karena penggunaan semua atribut dunia jika dipakai tidak pada tempatnya justru akan menjerumuskan diri pada keterpurukan esensi hidup. Pada semua kemudlaratan yang tak ada gunanya sama sekali. Akan mengundang kebencian orang. Akan membuat kita justru tak dihargai orang. Akan menghadirkan kecemburuan sosial dan bisa berakibat seseorang memaki-maki Tuhan karena melihat dirinya bagaikan jauh bumi dari langit dengan mereka yang beraku tinggi.

Kemuliaan sulit digapai bukan karena sulit digapai ! Karena seseorang memang merasa kemuliaan itu tak perlu diraih. Apalah itu. Suruh merendah-rendahkan diri dihadapan orang lain. Siapa dia ? Siapa Aku ? Untuk apa aku meninggalkan seluruh atribut duniaku, sementara aku berjuang meraih semua ini dengan susah payah ? Dengan seluruh pengurbanan yang tak sedikit. Dengan waktu yang panjang ? Yah..begitulah kebanyakan diantara kita bukan ? Memang tak mau meraih kemuliaan ! Karena menganggap kemuliaan itu tak penting untuk dimiliki.

-    ANGGAPAN ORANG TENTANG KEMULIAAN

Bagi banyak orang kemuliaan itu tak penting. Apa sih manfaatnya ? Bagi saya lain ceritanya. Justru kemuliaan itu hal yang paling penting untuk diraih, karena ini salah satu jalan untuk bisa mendekat lebih dekat dan sedekat-dekatnya kepada Allah SWT. dan untuk meraih RidhoNya. Bukankah sejatinya Allahlah yang kita tuju dan hanya RidhoNyalah yang kita harapkan dalam hidup ini ?

Kita semua membutuhkan Allah. Dan hanya RidhoNyalah yang kita harapkan. Bukankah semua cita-cita serta impian manusia tak akan terwujud tanpa Ridho dariNya ? Allah SWT. Mengapa tidak langsung saja menuju Allah SWT ? Mengapa harus bersusah payah menggapai sesuatu diluar Allah ? Sedangkan segala sesuatu yang diluar Allah itu tak akan berguna di akherat nanti ? bisa menolongpun pada jalan menuju kematian tidak ! Apakah ketika kita dalam perjalanan ajal, harta, kedudukan, derajat serta pangkat didunia bisa melicinkan jalannya kematian ? Tidak kan ?

Yang bisa melicinkan jalannya kematian hanyalah Ridho Allah SWT, dengan ikhtiyar bacaan istighfar, sholawat ataupun la ilaha ilallah itupun jika Allah berkenan ? Namun jika seseorang sudah terbiasa hidup mulia sehari-hari. Mengedepankan Allah SWT. diatas segala yang lain selain Allah, maka bisa jadi ia sudah berpamitan kepada keluarganya sebelum saat ajalnya menjemput. Misal, saat ia mau beramal berdzikir malam, ia berpesan kepada isterinya, jika besuk adzan subuh ia tak bangun tolong dibangunkan. Benar. Besuk paginya ketika adzan subuh tiba, kok aneh, suaminya belum bangun dari dzikirnya. Padahal sebelum adzan subuh tiba biasanya suaminya sudah mandi pagi untuk sholat subuh berjamaah.

Isterinya ingat akan pesan suaminya semalam. Untuk membangunkannya jika adzan subuh belum bangun. Maka tergopoh-gopoh isterinya menuju mushola keluarga. Dilihatnya suaminya masih duduk tawaruk berdzikir. Namun dilihatnya tasbehnya tak bergerak. Isterinya terkesiap. Didekatinya suaminya. Ternyata suaminya sudah kembali menghadap Allah SWT. Telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Allah Hu Akbar. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Itulah kehidupan manusia. Bahwa jalannya ajal sering ditentukan oleh peri kehidupannya sehari-hari ketika ia masih hidup didunia. Allah akan menunjukkan kemuliaan baginya, jika iapun menjunjung kemuliaan dalam hidupnya. Oleh karena itu marilah kita belajar menjalani kemuliaan dalam kehidupan kita.

Saya jadi ingat ketika dulu pernah memberikan minuman dan makanan kepada seorang peminta-minta di pagi buta (konon beliau adalah Nabi Khidir As), dan orang itu berkata setengah bergumam kepada dirinya sendiri, namun saya mendengarnya dengan jelas :”Uwong kuwi yen opo-opo gampang nang dunyane, yo nang akherate bakal digampangno maring Allah SWT. mbesuk” (orang itu kalau didunia gampang berbuat kebaikan ya bakal dimudahkan di akheratnya oleh Allah SWT. kelak). Aamiin. Subhanallah...Kata-kata itu sangat berkesan direlung hati saya yang paling dalam, dan selalu menyemangati saya untuk terus dan terus berbuat baik kepada siapa saja. Tanpa kecuali...

-    HUBUNGAN SEHAT DENGAN KEMULIAAN

Menurut kita, apakah tidak ada hubungan kesehatan dengan kemuliaan ? Oh sangat ada dan sangat erat teman. Jika kita sering berbuat baik, berbuat kemuliaan dengan tulus dan ikhlas, selalu ada kebahagiaan yang mengaliri jiwa kita. Dan jika hati kita bahagia, ada semangat baru yang mengalir dalam diri untuk mengerjakan sesuatu. Apapun itu. Dan sesuatu yang ingin kita kerjakan itu biasanya hal-hal baru yang penuh kebaikan dan menyenangkan. Ide-ide baru yang sebelumnya belum pernah kita kerjakan selalu menggairahkan untuk dilakukan.

Tiba-tiba saja ingin membersihkan seluruh ruangan dalam rumah dengan mengganti penataan interior. Merubah letak perabotan agar ada suasana baru. Atau menata tanaman yang ada ditaman sederhana rumah kita. Hal-hal semacam ini selalu menggairahkan dan selalu penuh semangat kita mengerjakannya seolah tak ada rasa lelah sama sekali yang kita rasakan. Inilah hal-hal yang menimbulkan sehat dalam diri kita.

Benar sekali apa yang dikatakan Dr. Hiromi Sinya ahli usus terkemuka dunia dari Jepang, bahwa kebahagiaan dan cinta akan membentuk banyak enzym. Sedangkan enzym adalah sesuatu yang sangat vital dibutuhkan untuk keberlangsungan hidupnya sel. Untuk itulah perlunya hidup kita melakukan kemuliaan-kemuliaan agar hati kita bahagia dan terbentuk banyak enzym yang membuat sel-sel kita menjadi sehat.

Saya yakin bahwa kalian semua pernah mengalami hal-hal seperti ini bukan ?
Namun sebaliknya, jika kita baru saja melakukan suatu keburukan atau kejahatan, tentu kita dirundung rasa bersalah, penyesalan, kehilangan semangat, kehilangan gairah, sehingga tak ada semangat sama sekali untuk melakukan sesuatu. Hidup ini serasa buntu. Dan kondisi semacam ini akan memunculkan rasa tak sehat. Inginnya malas tidur-tiduran melulu. Kita menjadi stress atas perbuatan buruk yang baru saja kita lakukan. Jika hal ini terus menerus terjadi dan tak segera diatasi, maka kita benar-benar akan jatuh sakit. Karena ketika kita stress, akan menguras banyak enzym dalam tubuh kita. Jadi jangan sepelekan ya soal kemuliaan.

-    ISLAM ADALAH KEMULIAAN ITU SENDIRI

Islam adalah rahmatan lil alamin. Rahmat untuk seluruh alam semesta. Rahmat adalah suatu kebaikan. Kemuliaan. Cermatilah. Tak ada satupun dari perintah-perintah dan larangan-larangan Allah yang ada didalam Al Qur’an Yang Agung yang mengandung keburukan. Adakah ? Semua, baik perintah maupun larangan selalu membimbing kita Umat Islam menuju kebaikan. Agar kita menjadi akhlaqul karimah dan berujung kepada akhir hidup yang husnul khotimah.

Meskipun hidup menjadi Islam yang kaffah, yang menyeluruh itu sungguh amatlah beratnya, namun selalu akan berakhir dengan kebahagiaan dan kemuliaan. Islam yang kaffah bukanlah persoalan orang kaya ataupun miskin. Namun hidup yang sungguh-sungguh mencontoh keteladanan kehidupan Junjungan kita Nabi Agung Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW. Dan itu harus menjadi teladan kita sehari-hari. Acuan hidup yang penuh kemuliaan yang tak ada duanya. Penuh dengan kesempurnaan akhlak.

Cintanya kepada Allah SWT. Kasih sayangnya kepada keluarga dan seluruh umatnya. Kejujurannya. Kebenarannya. Kesederhanaannya. Keprihatinan hidupnya. Semangat juangnya dalam membela agama. Dalam membela kebenaran. Memilih akherat daripada dunia. Menjauhi semua kebatilan dan hanya mau menerima apa yang menjadi haknya. Sangat menghargai dan menghormati kaum wanita. Penyayang kepada anak-anak kecil. Subhanallah betapa tinta seluas lautan tak akan cukup untuk menuliskan akhlak mulia dari Nabi kita Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW.

Puasa Ramadhan adalah ladang yang seluas-luasnya untuk membuktikan kecintaan kita kepada Allah SWT. dan Rasulullah SAW. Untuk mempraktekkan seluruh eksistensi ke-Islaman kita. Baik secara jasmani maupun rohani. Waktu untuk menguji sejauh mana keimanan Islam kita, bukan sekedar memburu pahala-pahala. Pahala memang sangat kita butuhkan sebagai point tambahan di akherat nanti. Tapi yang utama kita butuhkan adalah Allah SWT. dan Rasulullah SAW. Dan Ramadhan adalah sebagai jembatan menuju CintaNya.
Jalankan Ramadhan sepenuh cinta dan kesungguhan, meskipun tinggal beberapa hari. Agar kita mendapatkan juga Cinta Allah SWT. dan cinta Rasulullah SAW kepada kita.

-    HUSNUL KHOTIMAH ADALAH PUNCAK KEMULIAAN

Hidup adalah untuk mati, itulah hakekat kehidupan. Sedangkan mati, adalah untuk kehidupan itu sendiri, namun kehidupan yang sebenarnya kehidupan yang kekal abadi selamanya.

Mati adalah justru merupakan awal dari kehidupan yang sebenarnya. Tentu setiap orang mendambakan kematian yang baik. Mendambakan awal kehidupan yang baik. Segala hal, jika pada awalnya baik, dan dirawat dengan baik maka akan berakhir dengan baik pula.

Bagaimana kematian yang baik ? Adalah kematian yang saat lepasnya ruh dia mengingat dan menyebut asma Allah, bukan sesuatu yang selain Allah. Kematian yang demikian itulah yang disebut dengan kematian yang baik, yang husnul khotimah.

Husnul khotimah, menurut saya adalah puncak kemuliaan. Sebab husnul khotimah merupakan ujud penghambaan yang sempurna untuk tiap-tiap orang kepada Allah sejak masa hidupnya didunia.

Seseorang yang ketika hidupnya serampangan, asal saja, tak mau mengenal agama apalagi menjalaninya, tak mungkin meninggal dalam husnul khotimah. Husnul khotimah bukanlah kebetulan. Namun adalah akhir dari perjalanan panjang kehidupan didunia yang penuh dengan kemuliaan.

Tak ada orang yang buruk perangainya, sombong, rakus harta, pemarah, sering menyakiti hati orang, durhaka kepada orangtua, kikir, tak pernah menyantuni anak yatim, hidupnya foya-foya, tak mau sholat, kok matinya husnul khotimah. Enak aja ! Iya kan ? Kalau begitu surga akan penuh ! Lalu tak perlu ada agama lagi yang mengatur kehidupan manusia ketika hidup di dunia.

Oleh karena itu jangan sia-siakan hidup ini. Hiduplah dengan penuh kemuliaan. Agar mendapatkan Ridho Allah SWT. selalu. Sehingga mencapai akhir husnul khotimah.

Sakit adalah bagian dari rencana Allah agar kehidupan kalian menjadi mulia. Agar kalian interospeksi. Agar kalian menjadi tidak sombong atau angkuh namun rendah hati. Tidak kikir namun dermawan. Tidak hidup foya foya namun penuh kesederhanaan. Agar kalian takut kepada Allah. MencintaiNya dan mencintai Rasulullah SAW. Agar kalian menjadi penyabar tidak mengumbar hawa nafsu kalian. Agar kalian bertaqwa bukan memenuhi keinginan diri. Banyak hal yang bisa kalian lakukan agar hidup kalian mulia. Ciri-ciri kemuliaan adalah kehidupan yang tenang dan berbahagia. Jika kita mulia, kita berbesar harapan bisa memperoleh akhir hidup yang husnul khotimah.

Demikian saja tentang “Bagaimana Meraih Kemuliaan”, semoga ada manfaatnya. Di akhir Romadhon yang mulia ini marilah kita saling memaafkan serta saling mendoakan semoga kita Umat Muslim senantiasa hidup dalam kemuliaan, diampuni dosanya, penuh keberkahan serta selalu dalam bimbingan Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 11 juni 2018

Salam Tauhid
NiniekSS.

BERJUANG PUASA DIWAKTU SAKIT MAAG

BERJUANG PUASA DIWAKTU SAKIT MAAG

Bismillahirrahmanirrahiim...

Tentu tulisan ini sangat kalian tunggu-tunggu dari sejak lama. Iya to ? Saya sangat tahu apa yang kalian rasakan, apa yang kalian butuhkan disaat kalian sakit. Tahu banget. Karena semua keluhan sakit yang kalian rasakan tu pernah saya rasakan.

Kalian hendaklah jangan banyak mengeluh. Tapi banyaklah bersyukur dalam keadaan yang bagaimanapun ! Sebab kalian harus sadari, bahwa sakit kalian ini bukan sekedar Allah ingin menghukum kalian atas dosa-dosa yang kalian perbuat dimasa lalu. Namun ada kehendak Allah yang jauh lebih mulia dari sekedar menghukum-hukum.  Tapi Allah ingin agar kita tu masuk surga semua ! Kalau perlu tak ada yang ketinggalan satupun !

Nah. Ada dua macam pencucian dosa. Yang didunia. Dan yang di akherat. Yang didunia, bentuknya sakit penyakit. Kesulitan. Musibah. Terbelit hutang. Anak tak naik sekolah. Tak lulus ujian. Sulit mendapatkan pekerjaan. Dibenci orang. Rejeki seret. Segala jalan seolah buntu. Ya mau-mau Allah to ? Wong Allah itu Maha Berkehendak kok. Dan pencucian dosa di akherat, ya itulah neraka.

Di dunia, sesulit dan semenderita apapun pencucian, masih ada pengampunan, jika kita mau memohon ampunan dengan taubatan nasuha, secara istiqomah dan bersabar dalam menjalaninya. Tidak malah misuh-misuh. Maki-maki. Orang disekitar yang tak ngerti apa-apapun terkena makian kita !
Lha kalau kita sudah masuk pencucian di neraka, pintu ampunan sudah tertutup rapat. Mau apa kita ? Meskipun ketika kita di neraka berjanji kepada Allah :”Ya Allah, kuberikan seluruh hartaku didunia, asal aku Engkau bebaskan dari azab api neraka ini Ya Allah...”.

"Enak nian kau. Meskipun hartamu berjibun, bertrilyun, namun kau menyepelekan Aku ketika didunia. Semua hukumKu engkau langgar. Hukum Al Qur’an kau injak-injak. Engkau mendzalimi dirimu sendiri dengan kesombongan atas semua harta yang Kutitipkan padamu hai manusia tak tahu diuntung !" Mungkin begitulah Kata Allah kepada manusia-manusia yang laknat didunia dan mengingkari segala hukumNya. Baru tahu rasa kalau sudah tak ada ampunan lagi di akherat.

Nah kita, yang sekarang masih di dunia ini, yang sedang mengalami pencucian oleh Allah, dengan sakit ini, ataupun kesulitan yang lain, harusnya bersyukur, harusnya merasa beruntung, karena masih diberi kesempatan. Dicuci untuk menjadi yang lebih baik.

Dan pada setiap bulan Ramadhan, Allah memberikan dispensasi yang luar biasa kepada kita Umat Rasulullah SAW. Membuka tingkap langit selebar-lebarnya untuk turunnya Rahmat, ampunan serta kebebasan api neraka bagi kita. LUAR BIASA bukan ? 

Siapa yang tak ingin menggapainya ? Siapa yang tak merindukan lailatul Qodar yang ada pada suatu malam di bulan Ramadhan, dimana ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qodar itu pahalanya setara dengan pahala ibadah seribu bulan ? Subhanallah..

Sahabat NiniekSS yang sedang berpuasa Ramadhan...

-    Puasa adalah perjuangan

Saat ini, bagi kalian yang sedang sakit maag atau gerd, yang berpuasa, kalian adalah benar-benar sedang berjuang. Sedangkan hari-hari biasa jam 6 pagi kalian harus sudah minum air hangat, sebentar kemudian sarapan, kalau tidak perut sungguh perih tak nyaman. Lha kalian, dalam puasa ini harus menahan segala rasa untuk bertahan hingga maghrib tiba.

Yang lambung perihlah. Yang mual mau muntahlah. Yang kembunglah. Yang menahan lapar luar biasalah. Yang super lemaslah. Hari biasa saja lemas. Apalagi puasa..Belum yang tenggorokan keringlah..ingin rasanya memutar jarum jam yang sangat lambat berputar.  Ya Allah..Kita menjadi lebih dari anak-anak, saat berpuasa ketika sedang sakit maag. Malu rasanya dengan anak-anak kita yang masih kecil usia SD saja terlihat tegar menjalani puasanya.

Ya memang seperti itulah derita puasa bagi orang yang sedang sakit lambung. Luar biasa ! Belum lagi membayangkan nanti sesaat sesudah berbuka. Dari lambung kosong lalu terisi oleh makanan serta minuman berbuka. Teler deh ! Orang Jakarta bilang ! Meskipun sembari merasakan teler saat berbuka, namun ada sebersit kebahagiaan serta rasa syukur yang mendalam. Alhamdulillah, hari demi hari telah terlewati dengan selamat.

Kalian harus berjuang menyelesaikan puasa. Dengan sekuat jiwa dan raga. Hingga benar-benar kalian merasa tak kuat, hingga harus membatalkan puasa sebelum waktunya. Meskipun batal puasanya. Namun jangan lupa. Ketika kalian membatalkannya, harus membaca doa berbuka puasa. Tidak asal minum. Lalu mohon ampunan kepada Allah bahwa memang tak kuat untuk melanjutkan puasa hari ini. Dan besuknya. Ayo dicoba lagi. Sampai kalian lulus puasanya. Terus. Terus dan terus dicoba, hingga berhasil. 

Saya dulu, dalam latihan puasa ketika masih sakit juga begitu kok. Tak bisa sekali langsung mulus puasanya. Hari pertama hanya bertahan hingga jam 9 pagi. Sudah batal. Astaghfirullah..Hari kedua dicoba lagi. Alhamdulillah sudah lebih lama. Jam 11.00 batal puasanya. Hari ketiga dicoba lagi pantang putus asa. Eh..alhamdulillah sudah kuat hingga jam 3 sore...Subhanallah...Akhirnya perjuanganpun berhasil pada hari keempat...GUUUL bisa selamat puasanya hingga maghrib tiba. Allah Hu Akbar.

Dan selanjutnya, alhamdulillah bisa melanjutkan puasa hingga akhir. Perjuangan memang memerlukan pengorbanan. Menahan segala rasa tersiksa itulah pengorbanannya. Bagi kalian yang pernah mengalami sakit seperti saya, dan sedang berjuang untuk puasa pasti tahu apa yang saya rasakan. Sama kan ?

Selamat berjuang ya sahabat ? Semoga perjuangan kalian menghasilkan keberkahan sebagaimana yang kita harapkan semuanya. Bukan hanya untuk dunia kita, terlebih untuk akherat kita. Aamiin.

-    Puasa adalah bentuk cinta

Seseorang yang jatuh cinta tentu mau melakukan apapun yang dikehendaki oleh yang kita cintai. Terkadang tanpa dimintapun, kita melakukan apapun yang bisa membuat senang seseorang yang kita cintai. Iya kan ?

Kita tentu ingin dicintai oleh Allah SWT. dan Rasulullah SAW. Tentu apa-apa yang menjadi perintah Allah SWT. dan Rasulullah SAW. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menjalaninya dengan baik. Dengan Patuh dan taat. Dan berusaha untuk menghindari serta tidak melakukan segala apa yang dilarangNya.

Termasuk puasa di Bulan Suci Ramadhan, adalah perintah Allah SWT. Adalah bentuk kecintaan Allah SWT. kepada Umat Muslim. Dengan memberinya kesempatan kepada Umat Muslim, rahmat yang berlimpah ruah, ampunan yang seluas-luasnya, serta kebebasan bagi azab api neraka bagi yang taat dan mau menjalaninya dengan sebaik-baiknya.

Tentu, puasa di bulan suci Ramadhan, bukan saja bentuk kecintaan Allah kepada Umat Rasulullah SAW. Namun bagi Umat Muslim sendiri, merupakan bentuk cinta serta penghambaan yang habis-habisan dirinya kepada Allah SWT. serta Rasulullah SAW. Dengan bisa menjalani puasa Ramadhan, setiap Muslim tentu akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Sehingga kedatangannya selalu ditunggu serta disambut dengan penuh kerinduan yang sangat. Bagaikan menyambut datangnya Sang Calon Pengantin.

Maka, tunjukkanlah cinta kalian kepada Allah SWT. serta Rasulullah SAW. Dengan berpuasa di bulan Ramadhan ini. Karena kita semua belum tentu akan ketemu dengan Ramadhan yang akan datang. Sebab usia hanya ada ditangan Tuhan.

-    Puasa membentuk akhlak yang mulia

Bagaimana tidak ? Menahan lapar dan haus, kita belajar bersabar. Menahan lapar dan haus, kita jadi tahu toleransi kepada sesama kita yang kelaparan. Bagaimana rasanya sudah lapar tapi belum ada makanan yang hendak dimakan. Ketika puasa, kita diajar untuk makan baik pada saat berbuka maupun saat sahur, secukupnya. Karena jika makan kebanyakan justru lambung begah tak enak banget rasanya.

Ketika puasa kita diajar untuk toleransi kepada sesama. Jika pas kita uzur tak berpuasa, maka hendaklah kita jangan makan terang-terangan atau merokok didepan orang yang puasa.

Ketika puasa, kita belajar bersedekah. Apalagi bersedekah di bulan puasa dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT. Jika kita sudah biasa bersedekah di bulan Ramadhan, maka kita akan enteng untuk bersedekah di bulan-bulan biasa. Tak teringat lagi oleh kita akan pahala-pahala bersedekah, karena sudah menjadi rutinitas. Sehingga sedekah kita akan menjadi sedekah yang ikhlas tanpa pamrih, karena kita hanya mengharap keRidhoan Allah SWT. belaka.

Ketika kita berpuasa, kita diajar untuk menahan bergunjing, menahan marah, menahan nafsu angkara, menahan sombong, menahan segala perilaku yang tidak baik dan tercela.

Ketika kita berpuasa, kita diajar menyerahkan diri secara total kepada Allah SWT, dengan mendekatkan diri baik diwaktu siang maupun malam. Dengan banyak sholat, berdzikir, mengaji, membaca Al Qur’an untuk mensucikan diri serta mengharap keRidhoan Allah SWT.

Banyak sekali keutamaan-keutamaan yang ada dalam bulan puasa. Menjadikan kita berlatih untuk mempunyai akhlak yang mulia, sebagaimana diteladankan oleh Junjungan kita, Nabi Agung Rasulullah SAW.

-    Puasa adalah refleksi keimanan kita
Puasa merupakan refleksi atau pancaran keimanan kita. Meskipun sudah banyak menerima tauziah bahwa di bulan suci Ramadhan Allah membuka selebar-lebarnya ampunan atas dosa-dosa, seluas-luasnya menaburkan berkah, serta bermurah hati untuk membuka ampunan atas azab api neraka, tapi masih saja banyak yang santai tidak puasa. Masih merokok. Masih melakukan maksiat sebagaimana yang dilakukan pada hari-hari biasa. Naudzubilahimindzaliik..

Yang suka marah masih tetap suka marah. Yang sombong tetap sombong. Yang suka ngerumpi masih juga tanpa rasa bersalah menggosip sana menggosip sini. Yang suka memaki juga masih saja memaki-maki. Astaghfirullahaladziim.

Orang-orang seperti inilah yang jauh dari hidayah Allah SWT. Dan biasanya mereka tidak sholat, tidak puasa, tidak berzakat, boro-boro umrah dan naik haji meskipun hartanya berjibun. Padahal mengakunya mereka Islam. Namun tak tahu kaidah-kaidah beragama Islam. Dan meskipun tahu, tetap masa bodoh dengan pengetahuannya. 

Semoga kita semua menjadi orang-orang yang beruntung yaa ? Yang senantiasa berpegang erat pada tali Allah. Yang taat kepada perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, serta menjadi orang-orang yang berakhlakul Qarimah sebagaimana teladan Rasulullah SAW. Aamiin.

Bagi orang yang beriman, puasa adalah tuntutan jiwa. Segala nafas kehidupan di Bulan Ramadhan dijalaninya dengan kesungguhan hati penuh kecintaan kepada Allah dan Rasulullah SAW. Puasa dijalankannya dengan baik. Berbuka tidak berlebih-lebihan, secukupnya dengan apa yang ada dan sebatas apa yang dibutuhkan oleh tubuh agar tetap sehat. Agar bisa menjalankan puasa di hari-hari selanjutnya hingga akhir puasa nanti.

Sholat berjamaah di masjid. Rajin bersedeqah. Tarawih tak pernah tinggal. Tadarus. Bibirnya senantiasa basah untuk berdzikir kepada Allah. Pikirannya selalu dijaga untuk hanya memikirkan hal yang baik-baik saja dan menjauhkan diri dari pikiran yang buruk-buruk. Menjauhkan diri dari sifat iri dengki, sombong, angkuh, pemarah, suudzon, dan segala perangai buruk lainnya. Subhanallah...

Betapa ikut sejuk hati kita menyaksikan perilaku keluarga beriman di bulan Ramadhon. Sikapnya selalu ramah murah senyum kepada siapa saja tanpa kecuali. Penyayang kepada anak-anak yatim dan para dhuafa. Setiap hari dirumahnya sangat terasa nuansa Islaminya. Tak pernah terdengar suara keras. Sikapnya saling menghormati dan menyayangi antara anggota keluarganya. Subhanallah. Semoga kita bisa menjadi keluarga yang sakinnah mawaddah warohmah. Aamiin.

-    Puasa tanda ketundukan kita kepada Allah SWT

Kalau bukan karena ketundukan kita kepada Allah SWT. untuk apa kita berlapar-lapar serta berhaus-haus hingga sebulan lamanya ? Lha wong haus dan lapar itu tak enak banget rasanya ? Mau makan gak boleh. Mau minum gak boleh. Mau ngerumpi gak boleh. Mau marah gak boleh. Pengin sombong apalagi. Sepertinya dimana-mana ada satpam yang memata-matai segala gerak gerik kita. Itulah puasa.

Karena kita takut kepada Allah. Ngeri akan hukum-hukumNya yang tegas dan tak bisa ditawar-tawar. Namun juga berharap besar akan Rahmat serta KaruniaNya, mengingat Allah betapa Maha Besar kasih sayangNya  serta Maha Luas ampunanNya, maka kita mau berpayah-payah menjalani puasa sebulan full di bulan Ramadhan ini bagi yang tak ada udzur.

Allah sudah menghamparkan bumi dan langit dengan segala isinya untuk kebahagiaan hidup manusia, baik untuk di dunia maupun di akherat. Bahkan tak tanggung-tanggung kasih sayang Allah kepada manusia, tidak cukup dengan memberikan dunia dengan segala isinya, namun masih dilengkapinya dengan segala aturan untuk menggapainya. Aturan yang super lengkap dengan kisi-kisinya serta sedetail-detailnya tersebut, ialah yang dinamakan dengan Al Qur’an Yang Agung.

Cobalah kita renungkan. Tidak cukup hanya dengan melimpahi dunia dengan segala isinya beserta aturan cara meraih kebahagiaan hidup yang diberikan oleh Allah SWT. kepada manusia. Namun Allah juga memberikan janji atas pahala-pahala serta karunia yang bakal diberikan bagi yang tunduk serta taat kepadaNya serta mematuhi setiap hukum-hukumNya.

Otak kita tak bakal mampu memikirkan segala ke-Maha-an yang Allah miliki. Oleh karena itu, cukup bagi kita ber-iman kepadaNya dan menjalani keimanan kita dengan sebaik-baiknya. Dengan setaat-taatnya dengan penuh ikhlas, tawakkal dalam kerendahan hati yang paling dalam. Beriman Islam. Dengan menjalankan rukun iman serta rukun Islam dengan sebaik-baiknya. Pikiran. Hati. Serta tindakan kita satu. Islam ! Alif !

-    Puasa adalah olah ruhani menuju kesempurnaan

Bagaimana puasa di bulan Ramadhan ini tidak saya sebut sebagai olah ruhani ? Lha wong ruhani kita yang masih amburadul dan liar kesana kemari setiap saat ini, dalam masa bulan puasa ini selama sebulan full ( bagi perempuan terpotong masa haid), bagaikan dipenjara. Ditempa. Didadar untuk menjadi fitrah kembali.  Menjadi suci bagaikan bayi yang baru lahir.

Manusia yang sempurna menurut saya adalah manusia yang sudah mampu meredam ego ataupun keinginan diri. Egonya dipangkas sepenuhnya, “terserah Allah saja segalanya”. “Bagaimana Allah sajalah”. Karena dirinya merasa hanyalah seorang makhluk yang diciptakan oleh Kehendak Agung Sang Maha Kuasa. Jika kehendaknya sendiri bekerja, maka kehendakNya dalam hidupnya tak akan bisa maksimal. Sebab bentrok ! Bahkan bisa-bisa Kehendak Agung Allah SWT. terkalahkan oleh kehendak diri yang hina ini, sehingga yang terjadi adalah keadaan yang serba amburadul dalam hidup !!!

Akhirnya yang ada hanyalah keluhan..keluhan..dan keluhan melulu. Karena tak ada sepercik kebahagiaanpun yang kita nikmati. Yang ada hanyalah merasakan kesusahan. Kesulitan. Kebuntuan hidup. Dan lain sebagainya. Itulah yang banyak terjadi pada kita dewasa ini. Karena ibarat ikan, kehendak diri kita letakkan menjadi kepala, sedang kehendak Allah kita letakkan di ekornya. Ya hidup kita jadi terbalik-baliklah !!!

Saya dan suami saya, dari sejak awal menyadari bahwa hidup ini dihidupkan. Dan ada Yang menghidupkan. Dan ada Kehendak Agung Yang menghidupkan. Kami tak berani main-main dengan kehidupan. Sebodo amat dengan hidup yang akan kami jalani nanti. Yang penting kami berserah diri secara total kepada KehendakNya. Kehendak Allah kami letakkan didepan kehendak kami. Sehingga seterpuruk-puruknya kami, alhamdulillah kami tak pernah mengeluh dan ajaibnya, selalu ada pertolonganNya yang tak pernah kami duga-duga sebelumnya.

Karena kami sadar, ibarat wayang kami sedang diutus menjadi peran. Peran apa yang sedang harus kami jalankan ya manut. Wayang kok mau menuntut ! Ya gak bisa ! Wayang tu ya nurut sama Sang Dalang. Iya to ? Ini sekedar refleksi kami, saya dan suami saya. Sebab banyak yang bertanya :”Bagaimana Bu Niniek bisa sesabar itu dalam menjalani sakitnya yang begitu panjang ?”

Jadilah seperti bayi jika ingin lulus menjadi manusia. Bayi itu kan makhluk yang tak pernah menuntut. Selalu menurut kepada pemomongnya. Banyak tersenyum tanda bersyukur. Baunya selalu wangi karena suci. Tatapan matanya selalu bening tanpa kandungan kejahatan didalamnya. Ia selalu ridho dengan apa yang diberikan oleh pemomongnya. Mau diberi baju yang dingin maupun yang hangat. Mau dikasih susu atau tidak. Mau dibelai atau ditelantarkan seharian ditempat tidur tanpa digendong, bayi jarang protes. Itu menurut saya.

Nah, puasa itu, adalah sebagai olah ruhani untuk menyempurnakan ruhani kita menjadi ruhani yang dewasa. Yang penuh syukur atas takdir yang kita terima. Selalu bersyukur kepada Pemomong kita adalah Allah SWT. Jangan banyak protes. Tak punya duit protes. Hidup miskin protes. Hidup sulit protes. Banyak hutang mengeluh. Sakit tak sembuh-sembuh mengeluh. Lha kapan sampainya ruhani kita ke jenjang kedewasaan ?

-    Puasa adalah berguna untuk kesehatan

Puasa sangat berguna bagi kesehatan. Terutama kesehatan lambung, yang dampaknya kepada kesehatan secara menyeluruh. Piye to ? Setahun full lambung kita bekerja berat menggiling apa saja yang masuk kedalamnya. Ya segalanya, tanpa kecuali. Yang ringan hingga yang sulit dicerna diprosesnya agar menjadi sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dan kita ini sosok yang sering tak tahu diri. Sering memberikan beban kepada lambung yang melampaui kapasitas. Baik banyaknya maupun jenisnya. Hingga lambung terseok-seok mengerjakan tugasnya. Kasihan kan ?

Di bulan Ramadhan ini, memberikan cuti besar kepada lambung untuk tidak menjalankan tugasnya pada siang hari. Ini oleh sistem tubuh, lambung dan seluruh organ yang saling berkait disegarkan. Dibenahi. Sehingga ketika Ramadhan berlalu, lambung beserta seluruh organ tubuh menjadi lebih segar, lebih baik dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Baik organ lahir maupun batin.

Semoga dengan puasa Ramadhan ini kita menjadi fitri kembali, baik lahir maupun batin kita. Menjadi insan yang ridho serta diRidhoi oleh Allah SWT. illahi anta maksudi wa ridhoka mathlubi.

Demikian sekilas tentang “Berjuang Demi Puasa diwaktu Sakit Maag”. Itulah alasan-alasannya betapa pentingnya kita Umat Muslim untuk benar-benar berjuang bisa menjalani puasa Ramadhan ini meskipun dengan bersakit-sakit.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 25 Mei 2018

Salam Ramadhan
NiniekSS.

BIO ALPHA SOLUSI SEHAT TERKINI

BIO ALPHA SOLUSI SEHAT TERKINI

Bismillahirrahmanirrahiim...

Alangkah bersyukurnya kita semua. Yang pada hari ini masih bisa menjalankan ibadah suci Puasa di Bulan Ramadhan. Tentu kalian semua yang masih belum sembuh maag serta GERDnya, menjalani puasa Ramadhan ini sungguh merupakan perjuangan yang sangat berat. Karena bukan sekedar menahan haus dan lapar, namun menahan kesakitan yang cukup menyiksa. Tapi janganlah menyerah di awalnya teman. Karena nikmat yang Allah limpahkan di bulan suci ini sungguh tak terperi..nilai keberkahannya.

Jika diawal puasa kalian sudah berhasil sabar serta tawakkal menahan penderitaan puasa yang sungguh berat...Maka percayalah bahwa hari-hari selanjutnya, puasa kalian akan semakin ringan jalannya, bahkan kalian yang tidak udzur menstruasi, insya Allah akan bisa menyelesaikan puasa yang mulia ini dalam 30 hari penuh.

Sahabat NiniekSS yang sedang berbahagia...

Berjuanglah dengan sekuat jiwa dan raga untuk bisa berpuasa. Jangan lewatkan segala ampunan, keberkahan serta kebebasan api neraka yang Allah limpahkan kepada kita Umat Muslim di bulan suci ini. Karena limpahan karunia nikmat ini tidak Allah berikan di bulan-bulan yang lain.

Bio Alpha Solusi Sehat Terkini...

Untuk mendukung keberhasilan kalian menjalani puasa dengan baik, tentu diperlukan menu yang aman, seimbang, yang penuh gizi sehingga membuat puasa kalian berjalan dengan nyaman. Menu yang memenuhi kebutuhan tubuh ketika berpuasa.

Biasanya, orang berpuasa selalu berbuka atau makan sahur dengan makanan yang bergizi. Yang enak-enak. Dengan lauk daging, ikan, ayam, telor, yang sejatinya jika berlebihan, atau kemudian terakumulasi selama 1 bulan, justru merugikan tubuh karena bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Seperti antara lain : Stroke, darah tinggi, jantung koroner, asam urat atau diabetes militus, penyakit-penyakit yang sulit disembuhkan. 

Perhatikan saja, pada hari lebaran justru dimana-mana Rumah Sakit penuh oleh pasien. Ya karena itulah, pada bulan puasa, banyak orang yang tak mampu mengendalikan makannya pada saat sahur dan berbuka ! Bagai balas dendam saja.

Ketika makan kita lupa, bahwa makanan enak yang kita konsumsi mempunyai bahaya bagi tubuh, yang sewaktu-waktu bisa menyerang dengan mendadak dan fatal akibatnya ! Karena akan berbuntut panjang dikemudian hari. Sakit yang tak sembuh-sembuh !

Inilah bahayanya makanan di bulan puasa jika kita tak pandai-pandai mengatur menu dan mengendalikan nafsu. Dengan dalih agar besuk puasanya kuat, maka ketika berbuka atau makan sahur, makanlah kita dengan lauk berlemak yang kita anggap bergizi. Dan ini jarang bisa kita hindari. Tentu jarang yang berbuka dengan sayur bening bayam dan labu siam ( kecuali orang yang sakit lambung ). Apalagi makan sahur dimana makan sambil menahan rasa ngantuk, tentu enggan bangetlah makan dengan sayuran berkuah seenak apapun. Padahal itu menu yang sehat, bebas kolesterol. Yang menggugah selera makan tentu lauk daging, ikan atau ayam bersantan kenthal dengan bumbu pedas. Meskipun sedikit sudah berasa he he...

Lalu bagaimana mensiasati agar lauk enak berlemak tersebut tidak menjadi masalah di kemudian hari ? Tentu kita harus banyak makan buah-buahan serta sayuran segar sebagai penetralisir lemak jenuh dalam tubuh. Iya kan ? Yang menjadi pertanyaan, mampukah kita makan banyak sayur dan buah-buahan segar di bulan puasa ? Lalu seberapa banyak buah serta sayuran segar yang mampu kita konsumsi yang bisa menetralisir banyaknya lauk berlemak yang masuk dalam tubuh kita setiap hari saat puasa di bulan Ramadhan ? Apalagi jika lambung kita sedang bermasalah ?

Inilah yang menjadi persoalan serius yang mustinya kita pikirkan. Karena ini bukan persoalan sepele lagi !

Alhamdulillah, sekarang kita tak perlu susah-susah memikirkan bagaimana caranya mengantisipasi dampak dari menu lezat dibulan Ramadhan. Karena sudah ada Bio Alpha. Produk Super Food bernutrisi tinggi, yang kandungannya mampu memenuhi vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh agar tetap sehat wal’afiat. Yang bisa dikonsumsi oleh segala usia, dan oleh segala kondisi tubuh. Baik yang sehat, apalagi yang sedang sakit.

Bio Alpha Solusi Sehat Terkini..

Apakah berlebihan kalau saya mengatakannya demikian ? Insya Allah tidak teman ! Saya menjadi member lebih dari 50 MLM baik dalam dan luar negeri. Bukan tertarik pada bisnisnya, namun lebih kepada mencari produk unggulannya agar saya segera sembuh dari sakit maag dan GERD saya ( saat itu saya belum sembuh dari sakit saya ). Dan dari sekian banyak produk yang saya kenal, rata-rata pada satu produk hanya terdiri dari 1 hingga 3 bahan herbal unggulan sebagai bahan bakunya. Itupun semuanya berharga cukup mahal jika diukur dari kocek saya yang orang biasa.

Dan lagi, kebanyakan 1 produk hanya bisa untuk mengatasi 1 keluhan saja. Misal hanya untuk mengatasi darah tinggi saja. Atau hanya untuk mengatasi diabetes saja. Atau hanya untuk menyehatkan jantung saja. Tidak ada satupun produk herbal yang bisa untuk mengatasi semua keluhan. Ada, morinda, namun hanya berbahan 3 herbal saja : mengkudu citrifolia, lalu bluberry dan anggur. Namun sangat disayangkan, bagi lambung, detox morinda cukup berat, sehingga banyak orang yang pengobatannya berhenti ditengah jalan karena tak kuat menahan detoxnya. Mual, pusing, diare, lemas, sembelit, seringkali sakit kepala dan sakit di uluhati yang luar biasa.

Namun karena waktu itu belum ada pengganti morinda, maka saya masih tetap bertahan menganjurkan kalian untuk berobat dengan morinda. Karena sayapun alhamdulillah sembuh setelah mengkonsumsi morinda.

Tehnologi pengobatan semakin berkembang. Dan akan terus berkembang seiring dengan kebutuhan kesehatan manusia.

Dalam keprihatinan mengalami berbagai komplain atas detox morinda, juga atas seringnya keterlambatan pengirimannya, maka saya terus berdoa, mohon agar Allah hadirkan produk herbal bagus yang bisa menggantikan morinda. Yang satu produk bisa untuk solusi berbagai macam penyakit. Yang bentuknya padat tidak cair, sehingga saya bisa mengirimkan sendiri dari rumah saya. Tidak seperti morinda, karena bentuknya yang cair, sehingga tidak bisa dikirim dengan expedisi apapun karena resiko pecah dijalan. Sehingga kemarin ini, morinda selalu dikirim dengan expedisi khusus morinda, baru melalui penerusan jika sudah sampai di kabupaten setempat. Oleh karenanya, jika mengalami keterlambatan, penanganan komplain harus melalui rantai yang panjang, sehingga membuat pemesan, yang adalah penderita maag dan GERD sering tidak sabar. Itulah permasalahan dengan morinda. Pada dasarnya morinda adalah produk herbal yang bagus !

Alhamdulillah Allah menjawab doa yang saya lantunkan terus menerus tersebut. Setelah berbulan-bulan saya berdoa terus menerus tanpa henti untuk memohon pengganti morinda. Maka dihadirkanlah oleh Allah SWT. Yang Maha Mendengarkan doa, Bio Alpha dirumah saya. Setelah mempelajari dengan seksama segala perihalnya Bio Alpha, menangislah saya, bersyukur. “Inilah rupanya jawaban Allah atas doa saya, Bio Alpha sebagai pengganti morinda”. Produk yang sangat diharapkan oleh setiap penderita maag dan GERD, bahkan oleh setiap orang yang sehat !

Bentuknya yang padat sehingga bisa saya kirim sendiri melalui POS KILAT KHUSUS ke perbagai pelosok Tanah Air bahkan hingga ke Manca Negara ! Alangkah bersyukurnya saya.

Kandungan Bio Alpha luar biasa..

Jika produk-produk herbal lain hanya terdiri dari satu atau beberapa herbal, dan hanya untuk solusi satu macam keluhan atau penyakit, maka Bio Alpha terdiri dari berbagai macam buah dan sayuran segar unggulan dunia hingga berjumlah 12 macam dalam R-12. Sehingga Bio Alpha mampu menjadi solusi berbagai macam penyakit apapun !

Fungsi R-12 yang utama adalah sebagai pembersih saluran pencernaan terutama usus. Lalu fungsi yang lainnya adalah, dengan kandungan nutrisinya yang super, akan membangun nutrisi tubuh, yang sebelumnya, penyerapan nutrisi tersebut tidak maksimal karena saluran pencernaan yang kotor terutama ususnya. Jika usus kotor, seberapa banyakpun asupan yang kita konsumsi tidak seluruhnya bisa terserap dalam darah. Itulah sebabnya penderita maag sering lapar, dan habis makan selalu begah lambungnya karena banyaknya sisa-sisa makanan yang ada dilambung yang juga tak bisa tergiling seluruhnya karena lambung yang sakit. Jadi kelancaran kinerja lambung dan usus saling berkait erat.

Bio Alpha, ditambah dengan produk AOX 28 sebagai anti oksidan serta katalisator bagi kelancaran metabolisme tubuh, maka paduan dari R-12 dengan AOX 28 akan menghasilkan loncatan kesehatan yang sangat signifikan.

Namun ada tatacara minumnya untuk para penderita lambung, agar menghasilkan kesembuhan yang maksimal. Pertama kali konsumsi hendaknya R-12 dulu, untuk membersihkan saluran pencernaannya. Jika usus sudah bersih, maka super nutrisi yang terkandung didalam Bio Alpha akan bisa terserap maksimal kedalam tubuh. Semua organ akan berterima kasih kepada kita serta mengucap syukur kepada Allah SWT, karena yang selama ini kekurangan nutrisi menjadi full nutrisi oleh asupan R-12, sehingga seluruh organ dalam tubuh akan bisa melaksanakan fungsinya kembali dengan baik.

Bagaikan tanaman layu yang mendapatkan cukup siraman air, apalagi mendapatkan pupuk, maka tak lama kemudian akan kelihatan segar, bahkan akan tumbuh tunas-tunas baru pertanda berlangsungnya kehidupan baru bagi tumbuhan tersebut.

Apakah akan kita biarkan organ tubuh kita kering bagaikan tanaman diatas ? Bukan karena kita kekurangan apa yang kita makan, namun apa yang kita makan tak bisa terserap sempurna oleh usus kita karena kotornya usus ? Bayangkan, sejak bayi hingga setua ini, usus kita belum pernah kita bersihkan. Betapa kotornya usus kita, mungkin juga sudah menjadi kerak kotoran-kotoran yang menempel didinding usus tersebut. Sehingga menutupi vili-vili usus, lubang didinding-dinding usus yang menjadi saluran penyerapan nutrisi ke seluruh tubuh

Betapa ironisnya hidup kita. Kita mampu beli rumah mewah. Mobil mentereng. Duit berjibun. Namun tak tahunya kita telah menelantarkan usus kita. Organ yang tak kalah vital bagi kesehatan tubuh.

Akibatnya ? Karena kurangnya nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh menyebabkan erornya seluruh sitem dalam tubuh. Sistem pencernaan. Sistem peredaran darah. Sistem pernafasan. Sistem metabolisme dan segala sistem yang ada dalam tubuh error semuanya. Mengapa ? Karena kinerja dari seluruh sistem ataupun organ didalam tubuh, sangat tergantung pada terpenuhinya nutrisi bagi masing-masing. Jika kekurangan, ya errorlah sistem serta organ-organnya !

Sehingga dampak nyata yang kita rasakan adalah munculnya berbagai macam penyakit berat yang tak pernah kita duga sebelumnya. Yang strokelah. Yang jantung koronerlah. Yang diabeteslah. Yang anemialah. Yang kanker payudaralah. Apalagi ? Masih banyak penyakit lainnya yang muncul yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.

Semua gara-gara usus yang kotor ! Belum tahu ya kalian ? Ala mak kasihan deh kalian !

Bio Alpha sebagai pembersih usus yang handal.

Apa pasalnya ? Bio Alpha memang didesign dengan kandungan yang mampu membersihkan usus dengan alami. Tanpa rasa sakit yang berarti. Hanya rasa mulas setiap kali hendak bab. Begitu bab selesai, maka hilanglah mulas tersebut. Namun biasanya bab tak cukup hanya sekali dalam sehari, pada hari-hari awal minum. Biasanya lebih dari 2 kali, bahkan ada yang hingga 4 kali bab dalam sehari. Namun tak ada yang perlu dikhawatirkan. Detox Bio Alpha hanya terjadi beberapa hari saja, dan insya Allah makin lama makin ringan. Dalam masa puasa ini, bagi yang sama sekali belum pernah minum Bio Alpha, bisa minum R-12nya ½ sachet saja, pada saat sesudah makan sahur. Supaya detoxnya tidak mengganggu berlangsungnya puasa. Dan menambah energi bagi puasa disiang harinya..

Nah jika sudah tak terasa detoxnya, boleh minum R-12 dibarengi dengan minum AOX 28, maka akan terjadi sinergi yang memicu kesembuhan yang cukup signifikan.

Jadi dalam masa puasa ini, alangkah baiknya jika kalian memesan Bio Alpha yang R-12 untuk memenuhi asupan sayur serta buah-buahan segar yang tak mungkin bisa kalian konsumsi mengingat lambung kalian yang belum sembuh benar.

Bagi kalian yang sudah terbiasa minum R-12 (yang hijau) dan AOX 28 (yang ungu), maka tinggal melanjutkannya saja.

Energi Bio Alpha cukup luar biasa untuk mendukung puasa.

Saya, dan para pasien maag dan asam lambung, merasakan setelah konsumsi Bio Alpha yang tadinya lapar-lapar terus maka justru seperti kehilangan nafsu makan. Sejatinya bukan karena kehilangan nafsu makan, akan tetapi karena Bio Alpha full akan kandungan nutrisi sehingga ketika kita konsumsi akan bertahan lama kenyangnya...Jika yang tadinya sering lapar setelah konsumsi Bio Alpha menjadi tidak sering lapar, maka ini menjadi suatu tanda yang baik. Berarti telah terjadi pembersihan usus dengan baik, terbukti nutrisi Bio Alpha mulai terserap dengan baik oleh usus sehingga menyebabkan rasa kenyang terus.

Yuk sayangi usus dan lambung kita, dengan minum Bio Alpha..

Kita mampu membeli segalanya yang kita inginkan. Rumah mewah, mobil yang bagus, perabotan yang exlusif, serta apapun makanan yang kita inginkan. Namun kita lupa “ngopeni” tubuh kita. Kita makan segala makanan yang enak untuk memenuhi hasrat lidah, namun kita "selalu lupa" untuk mengingat unsur yang dibutuhkan oleh tubuh. Kita juga lupa menganggarkan biaya untuk kesehatan kita sekarang dan yang akan datang. Beli baju-baju mahal setiap minggu tak keberatan, enjoy saja. Namun untuk membeli Bio Alpha demi kesehatan organ bilangnya mahal. Gimana atuuh ?

Jika lambung dan usus tiba-tiba soak, nah lu...Baru tahu rasanya..Baru bingung dan panik..Tiap hari ngerasain derita yang tak kunjung habis berganti-ganti..Tak sembuh-sembuh. Sehari..seminggu..sebulan..hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun..tak terasa sudah. Belum ada juga perubahan. Bahkan makin lama makin parah. Ini Salah siapa sebenarnya ?

Maka sayangi lambung dan usus kita, agar tubuh senantiasa menjadi sehat, hati bahagia, dan hidup sejahtera. Anggarkan untuk bisa selalu minum Bio Alpha..Sedia selalu tepung kerut atau Oriflake dirumah untuk persediaan konsumsi sekeluarga. Jangan menunggu sakit dulu baru diobati. Tapi konsumsilah dulu sebelum sakit. Sekali lagi Bio Alpha bukanlah obat untuk orang sakit, namun SUPERFOOD bagi yang sehat maupun yang sakit.

Sehat adalah gaya hidup dan sakit bukan sekedar karena kontaminasi

Jika hidup kita bersih lahir batin insya Allah diri ini akan selalu sehat. Lahir, dengan makanan yang sehat (bukan selalu kuliner tapi masak sendiri dirumah dengan sayur yang sederhana, berkah dan bersih, tidak selalu daging-dagingan kuliner). Makan bersama dirumah, dengan doa ayah sebagai imam keluarga.
Melazimkan sholat berjamaah di masjid maupun dirumah. Ditutup dengan ngaji sederhana dengan ayah sebagai penasehat keluarga. Dan ibu sebagai pembimbing jalannya ( Jika tak mampu memondokkan putra putrinya ). Cukup beberapa menit kultum ayah atau nasehat ibu sesudah sholat berjamaah, bisa menjadikan dasar yang kuat bagi keimanan anak-anak untuk membaur dilingkungannya.

Mendidik putra putri senang berdedekah serta mengasihi sesama, mengasihi alam dan lingkungan hidup tentu dengan keteladanan kita sebagai orang tua bukan sekedar nasehat melulu sehingga anak menjadi jenuh.

Ibadah yang baik, kebersihan hati, kesabaran serta ketawakkalan akan membuahkan semangat hidup yang membahagiakan. Meski kehidupan kita penuh kesederhanaan. Lain dengan kehidupan keluarga yang antara anak, ibu dan ayah, jarang ketemu atau berkomunikasi dalam keseharian. Ayah makan dimana. Ibu sedang arisan dimana ? Anak entah sedang melakukan apa ? Masing-masingnya tak ada koordinasi satu sama lain. Ayah banyak duit. Ibu bisnis sendiri. Anak sudah dipegangi mobil dan atmnya selalu penuh. Apakah seperti ini keluarga yang dinamakan bahagia ? Tidak bukan ? Kehidupan keluarga yang tanpa komunikasi seperti inilah yang bisa memunculkan berbagai masalah dilingkungan masyarakat, baik penyakit fisik maupun psikies.

Hidup dengan baik, lahir maupun batin, selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memelihara kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW serta mengikuti teladannya, akan membuahkan kebahagiaan dunia maupun akherat. Aamiin.

Demikianlah, semoga share tentang Bio Alpha Solusi Sehat Terkini bermanfaat. Pada galibnya sehat adalah bersumber pada segala keberkahan Allah Ta’ala yang Allah limpahkan kepada kita sekalian.

Tak lupa salam serta shalawat yang sekhlais-khalisnya kepada Junjungan Kita Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW. Semoga terlimpah kepada kita sekalian yang begitu Beliau cintai...

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, semoga lancar dan penuh keberkahan. Aaamiin Ya Rabbal’alamiin.

Pemesanan dan konsultasi hubungi Ibu NiniekSS WA/SMS di 0877.3259.8747/085.228.401.939

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 20 Mei 2018
Salam Tauhid
NiniekSS

Memaknai Hidup Dengan Mengagendakan Kebaikan


Bismillahirrahmanirrahiim..

Bukankah kita setiap saat seharusnya bersyukur kepada Allah SWT ? Masih diberikan kesempatan untuk hidup ? Sehingga bisa melakukan segala aktifitas kita masing-masing ? Aktifitas dalam segala bentuknya untuk kelangsungan hidup kita. Beribadah. Bekerja. Bersilaturahmi dengan sesama. Berinteraksi dengan alam semesta. Mengaplikasikan cita-cita kedalam bentuk nyata. Mengapresiasikan seni dalam kehidupan. Mengaktualisasikan pemikiran-pemikiran dalam kebudayaan agar peradaban semakin maju sesuai kebutuhan jaman.

Kita tak boleh hidup egois. Yang hanya untuk kepentingan diri sendiri saja. Asal kebutuhan diri tercukupi. Asal keluarga bisa bahagia. Asal bisa memenuhi segala keinginan diri. Cukuplah sudah. Tanpa peduli untuk memikirkan apapun dan siapapun yang ada disekitar kita. Sebodo amat ! Toh itu bukan tanggungjawab kita, bukan urusan kita ! Begitulah seringkali kita berfikir ! Saya sendiri dulu juga seperti itu kok ! Sepertinya tak ada dosa, hanya memikirkan diri sendiri semata !

Ternyata ada sebuah “rahasia besar keberuntungan” ketika kita ikut membantu atau tenggangrasa (toleransi) terhadap kepentingan orang lain.
Misalkan. Suatu hari ketika kita sedang berjalan kaki dijalanan yang ramai oleh lalu lintas, tiba-tiba ada helm jatuh didepan kita. Apakah kita akan masa bodoh tidak mengambilkan helm itu lalu kita berikan kepada pemiliknya ? Yang kerepotan untuk memutar balik motornya karena lalu lalang kendaraan begitu padatnya saat itu ? Tidak bukan ?

Tentu kita dengan ringan tangan dan ikhlas akan segera mengambilkan helm itu dan kita berikan kepada pemiliknya yang sudah berada jauh didepan kita. Pemilik motor itu tentu sangat berterima kasih kepada kita yang telah berbaik hati mengambilkan helmnya yang jatuh.

Kita pikir hal ini soal sepele ? Yang tak akan berdampak kepada kita dimasa depan ? Tidak kawan. Kebaikan kecil yang kita lakukan, “pasti” dicatat oleh malaekat, dan akan “dibalas” oleh Allah dengan balasan yang lebih baik, pada saat yang”tepat”. Bahwa balasan Allah akan jauh lebih baik dari kebaikan yang kita lakukan dan bahkan berlipat ! Inilah yang kita sering kurang sadari.

Dan menurut saya, bahwa setiap kebaikan selalu akan lebih memperpeka nurani kita. Dengan nurani yang peka, kita akan lebih mudah merasakan kelembutan dan kasih sayang Allah SWT.  Dengan nurani yang peka kita juga akan lebih sensitif terhadap berita-berita yang turun dari langit..Allah marah, ataupun berkenan atas apa yang akan kita lakukan, insya Allah kita akan dapat menangkapnya.

Jika nurani kita tidak peka, mustahil kita mampu merasakan ketenangan jiwa, mustahil kita bisa menangkap kasih sayang Allah yang Maha Lembut. Karena batin kita juga tak memiliki kelembutan.

Orang yang tak memiliki kelembutan hati, yang tak mampu menangkap kelembutan kasih sayang Allah, biasanya akan sedikit-sedikit mengumpat, mengeluh, serta memaki kepada nasibnya yang dianggap sial. Juga selalu akan jauh dari rasa bersyukur. Nuraninya sudah bebal oleh sentuhan-sentuhan kebaikan dan kelembutan !

Ia merasa, sudah sholat 5 waktu, sudah puasa ramadhan, sudah ke masjid, sudah juga membaca Qur’an, namun mengapa sakit masih tak sembuh-sembuh ? Hutang juga kian menumpuk. Serta kesulitan-kesulitan masih saja mendera ? Dimanakah yang  salah ? Siapakah yang salah ? Apakah Allah ? Apakah diri kita ? Ataukah orang lain ?

Tentu tak mungkin Allah. Karena Maha Suci Allah dari segala ketidak baikan. Dan tak mungkin orang lain, yang tentu tak mampu membuat takdir kita bukan ? Tentu diri kita sendirilah yang salah, sehingga membuat takdir kita menjadi kurang beruntung !

Bagaimanakah dengan segala kebaikan yang menurut kita sudah kita lalukan dengan baik ? Benarkah demikian sesungguhnya ? Benarkah segala kebaikan yang kita lakukan demi niat hanya karena Allah ?

Benarkah kita sholat karena Allah ? Bukan karena sekedar untuk menggugurkan wajib ? Benarkah kita ke masjid karena takut kepada Allah ? Bukan karena takut digunjing sebagai muslim yang tidak taat karena tak pernah datang ke masjid ?

Benarkah kita puasa Ramadhan karena Allah ? Tapi mengapa saat berbuka puasa tak ada lauknya kita masih bersungut-sungut ? Marah kepada isteri yang tak jelas juntrungnya ? Tidak sayangkah puasa kita hanya mendapat lapar dan dahaga ? Tidak mendapatkan keberkahan yang lainnya ?

Lalu dengan niat apakah ketika kita membaca Al Qur’an. Tapi tak tahu maknanya apalagi menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kita membaca Al Qur’an karena Allah ? Bukan karena ingin dipuji karena rajin mengaji dan membaca Al Qur’an ?

Kita mungkin sudah melakukan banyak kebaikan. Tapi masih dengan niat bukan karena Allah. Tapi masih dengan niat untuk mendapat pujian. Inilah perbuatan baik yang sering tak berbuah. Buahnya ya hanya dipuji orang. Bukan dipuji oleh Allah SWT.

Semua perbuatan baik yang bukan karena Allah, menurut saya hanyalah sebuah kesia-siaan. Oleh karena itu marilah kita luruskan niat kita dalam melakukan segala sesuatu. Adalah hanya karena Allah belaka !

Sholat adalah “kesempatan emas” untuk meraih selamat dan sukses dunia akherat

Betapa tidak ? Allah berikan sholat sebagai kesempatan manusia menghadap kepada Allah SWT. ketika masih hidup didunia.  Allah berikan itu sebagai cara dan waktu untuk manusia bisa berinteraksi denganNya. Apakah ini bukan kesempatan emas bagi kita sekalian ?

Didalam sholat kita diajarkan bagaimana menjadi manusia yang sesungguhnya. Manusia yang bisa merasakan dosa-dosanya. Yang diberikan kesempatan untuk bertaubat nasuha.  Diajarkan bagaimana kita mengakui sangat rendah dan betapa kecilnya di Hadapan Sang pencipta, ketika kita menundukkan wajah dan bersujud kepadaNya. Diajarkan bagaimana kita bersyukur atas segala nikmatNya, serta bergantung harap hanya kepada pertolonganNya dalam tahiyat. Dan diajarkannya kepada kita untuk bersilaturahmi kepada sesama dalam salam di akhir sholat.

Dan jika sholat kita diterimaNya, bukankah kita sebenarnya telah menjadi manusia yang kaffah ? Karena kita diterimaNya dalam “kesempatan emas” yang telah diberikanNya kepada kita. Jika Allah berkenan, Allah Ridho, bukankah itu “segalanya” bagi kita manusia muslim ? Bukankah itu suatu karunia yang “sungguh luar biasa” bagi kita ? prestasi yang menurut saya sungguh tak ternilai jika seluruh sholat-sholat kita diterima oleh Allah SWT. Bukankah hanya itu tujuan kita hidup dan mati kita ? Illahi anta maksudi wa ridhoka matlubi ? Hanya Allahlah tujuan kita, dan hanya RidhoNyalah yang kita harapkan ? Apalagi ?

Namun kita tak pernah ada yang tahu. Sholat kita yang manakah yang berkenan di Hadapan Allah SWT. Sholat kita yang manakah yang DiterimaNya ? Oleh karena itu, setiap saat kita harus selalu memperbaiki lahir batin kita, akhlak kita, agar dalam “puncak peribadahan” kita, saat kita sholat, berkenan dan diterima oleh Allah SWT. Sebab sesungguhnya sholat adalah kristalisasi dari nilai kehidupan kita sehari-hari.

Jika keseharian kita buruk, mana mungkin sholat kita bisa bagus. Jika keseharian kita sabar, nrimo, rendah hati, lemah lembut, penyayang, tentu kita juga akan seperti itu pula,di Hadapan Allah ketika sholat. “rendah hati dan lemah lembut”.

Memaknai Hidup Dengan Mengagendakan Kebaikan.

Kata Cak Nun dalam salah satu tausiah beliau di pengajian maiyahnya : Terus berusahalah untuk berbuat kebaikan, untuk menabung kesucian, karena jika kita suci maka akan lebih mudah untuk menghadap Yang Maha Suci, adalah Allah SWT.

Bagaimana kita akan diterima oleh Sang Maha Suci, jika lahir batin kita masih diselimuti atau berlepotan dengan ketidak sucian seperti : keangkuhan, kesombongan, angkara murka, keserakahan, kerakusan, ketidak jujuran, dan sejenisnya ?

Bagaimana batin kita akan menjadi batin yang suci dan tenang, jika wadag masih dipenuhi dengan nafsu jasad yang serakah untuk menguasai alam sekitar ? Pagi, siang,sore, malam, seluruh hari-harinya hanya untuk bekerja banting tulang mencari penghasilan, mencari popularitas, mencari kekuasaan, sehingga lupa segala-galanya.

Lupa Allah, lupa anak lupa isteri, lupa kuwajiban kemasyarakatan, tak peduli tetangga meninggal, sanak saudara dirumah sakit. Yang diingat bagaimana caranya agar hartanya selalu bertambah setiap saat. Bagaimana agar kekuasaannya terus meluas. Bagaimana agar jabatannya terus melejit ! Untuk apa hakekatnya semuanya itu ? Untuk kebahagiaan ? Sedang kebahagiaan sesungguhnya tak pernah dinikmatinya. Jarang terjadi komunikasi dengan keluarga ? Jarang berbagi dengan sanak keluarga dan para tetangga, apalagi dengan fakir miskin dan anak-anak yatim. Kebanggaannya hanya menjadi milik dirinya sendiri saja. Sedang seutama-utamanya manusia adalah yang banyak manfaatnya bagi orang lainnya.

Tahu-tahu laah kok rambutnya telah ubanan ? Laah kok giginya mulai pada tanggal ? Laah kok wajahnya sudah mulai keriput ? Dan tahu-tahu, dirinya jatuh sakit yang seluruh harta kekayaannya tak mampu menolongnya...Inilah gambaran banyak orang saat ini. Yang terlena dengan dunianya, lupa akan akheratnya, ketika sadar sudah terlambat, dirinya sudah tak mampu lagi melakukan kebaikan yang ingin dilakukannya.

Agendakan kebaikan setiap hari

Hidup saya, alangkah mengasyikkan. Karena setiap pagi selalu menyongsong kebahagiaan. Terakhir sebelum tidur saya selalu memikirkan kebaikan apa yang akan saya lakukan untuk besuk pagi ? Jika belum menemukannya, maka sampai jam berapapun mata saya belum mampu terpejam. Maka kemudian saya akan bangun lagi, mengambil air wudhlu, sholat istikharoh 2 reka’at lalu berdoa memohon pertolongan Allah untuk menunjukkan kebaikan apa yang sebaiknya besuk pagi saya lakukan ? Alhamdulillah, selalu saja kemudian ada petunjuk datang sebelum saya tidur.

Tak perlu memikirkan kebaikan besar, karena yang kecilpun sangat berarti

Apapun yang kita lakukan, jika itu sebuah kebaikan, akan sangat berarti. Kita seringkali sungkan untuk bersedekah yang nilainya hanya sedikit. Padahal memang itulah yang kita mampu. Misal kita ada 5.000 perak nih. Dan di kampung yang berbatasan dengan komplek perumahan yang kita tinggali, ada ibu janda dengan beberapa anak yatim yang masih kecil-kecil. Belikan uang itu dengan jajanan yang pantas lalu kita berikan kepada mereka. Tak perlu malu. Mungkin hanya dapet 5 kue pukis. Tak mengapa. Itu akan sangat berarti untuk keluarga mereka, karena kue pukis itu mungkin takkan terbeli dengan keuangan mereka yang tak mampu.

Lain kali mungkin bisa dibelikan gula pasir 1 kg dengan tehnya, atau lain kali lagi belikan tempe mentah dan tahu masing-masing 1 bungkus. Allah menilai bukan dari banyak sedikitnya apa yang kita berikan, tapi dari tingkat keikhlasan kita.

Jika kita sudah terbiasa berbuat baik atau sedekah yang kecil-kecil, maka lama kelamaan kita akan tak berat untuk bersedekah atau berbuat baik dengan nilai yang besar-besar. Bahkan akhirnya kita akan menjadi orang yang hati dan pikirannya tak tergantung lagi pada kebendaan. Sedekah motor. Sedekah uang satu juta hingga jutaan bukan sesuatu lagi bagi kita.

Kita akan terbiasa mengisi amplop takziah di kampung-kampung dengan selembar dua lembar ratusan ribu bahkan lima ratus ribu rupiah tanpa merasa berat. Tanpa perlu ahli musibah tahu bahwa kita memberikan uang duka sedikit lebih..Marilah kita belajar melakukan apapun karena Allah semata. Bukan karena sesuatu yang lain apapun ! Karena yang mampu memberikan balasan yang lebih baik dan berlipat hanyalah Allah semata jua. Iya kan ?

Tak perlu takut miskin dengan bersedekah. Karena semua akan “DIBALAS” oleh Allah pada saatnya yang tepat. Dan dengan balasan yang lebih baik dan berlipat. Jadi jangan khawatir.

Saya bangkit dari segala keterpurukan saya, karena saya belajar terus bersedekah. Awalnya ragu. Awalnya sedikit. Lama-lama percaya. Lama-lama berani bersedekah agak banyak. Awalnya belum ikhlas. Apa iya sih ? Eh lama lama bertambah ikhlas. Bertambah yakin. Dan bertambah besar. Bahkan orang sampai geleng-geleng kepala menerimanya. Subhanallah !!! Bersedekah dan berbuat baikpun kita harus belajar. Dan itu memerlukan waktu yang panjang ! Bukan sehari dua hari, bahkan bertahun tahun !

Jika kita belum pernah bersedekah, apakah kita akan mampu jika tiba-tiba harus bersedekah 10.000.000 rupiah untuk tetangga kita yang terjerat hutang renteneer ? Ini sedekah lho ! Bukan pinjaman ? Mampukah kita ? Mampukah kita, datang ke takziah tetangga yang punya anak yatim dengan memasukkan amplop yang berisi 500.000 kedalam baskom tanpa memberitahu si ahli musibah bahwa kita tadi telah memberinya uang 500.000 kedalam baskom dengan amplop yang tak bertuliskan nama ? Mampukah kita ?

Saya yakin jarang kita yang mampu melakukannya. Karena tak pernah latihan sebelumnya. Oleh karena itu. Tantangan bagi kita untuk terus dan terus belajar, menjadi orang yang ikhlas karena Allah. Melakukan segala hal hanya niat karena Allah. Bukan karena sesuatu apapun !

Dan jika kita bersedekah karena Allah. Maka Allah tak tanggung-tanggung dalam membalas apa yang kita sedekahkan.

Dan jika kalian sakit, sebaiknya jangan sampai kalian minta disedekahi. Menawar harga obat, tepung kerut ataupun madu. Sebaliknya, justru kalian harus banyak bersedekah agar kalian mendapat Ridho dan Ampunan dari Allah SWT. Aamiin.

Sahabat NiniekSS yang kusayangi semuanya...

Sakit ini, bagi kita adalah pembelajaran untuk banyak hal. Ambil dan cari hikmahnya terus menerus. Hingga kalian menemukannya. Hingga kalian menemukan kebahagiaan. Jika kalian berusaha dengan sungguh-sungguh, insyaa Allah akan kalian dapatkan.  Bukan sekedar kesembuhan, namun lebih dari itu. Sesuatu yang tak pernah kalian duga-duga dan nyana-nyana sebelumnya. Dan itu akan membuat kalian sangat takjub kepada kebesaran Allah SWT. yang telah memberi kita semua hidup dan memenuhi segala hajat hidup kita.

Saya do’akan, semoga kalian mampu menangkap hidayah Rahmat, Keberkahan dan Kasih Sayang dari Allah SWT. dan menikmatinya dengan penuh syukur. Sehingga yang ada hanya kedamaian...kedamaian...ketenteraman jiwa dan keharuan senantiasa...

Aamiin Ya Rabbal’alamiin..

Tak lupa salam serta sholawat yang senantiasa kita haturkan bagi Baginda Rasulullah SAW. Junjungan kita kaum beriman, yang syafaatnya senantiasa kita nantikan sekarang dan kelak di yaumul qiyamah. Aamiin.

Alhamdulillahirabbil’alamiin..

Purworejo, 5 Januari 2018
Salam Bahagia
NiniekSS


Back To Top